Trend Bahan Hijab

Trend Bahan Hijab

Trend Bahan Hijab masa kini; Katun, Siffon, Hycon, Polyester, Satin, dan Creepe. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pelajari lebih lanjut di artikel ini.

Assalamu’alaikum cantik,
Pinkmood hijab ingin membahas mengenai tren bahan hijab yang sekarang ini marak ditemui. Bagi muslimah berhijab pemakaian hijab yang tidak panas dan nyaman adalah pilihan utama, terutama bagi muslimah yang aktif sehari-hari. Pinkmood hijab melihat semenjak tahun 2015 muncul bahan-bahan hijab baru yang menawarkan beragam kelebihan misalnya bahan yang dingin/adem dikenakan, mudah dibentuk atau dikreasikan sesuka hati dan warna ataupun motif cantik guna mendukung penampilan modis dan up-to-date. Banyaknya bahan-bahan hijab dipasaran membuat kita seringkali kita bingung, baik karena nama yang digunakan asing serta bahan yang terlihat sama. Pinkmood hijab merangkum beberapa bahan hijab yang banyak digunakan serta sedang trend saat ini untuk panduan kamu dalam memilih bahan hijab yang baik. Pinkmood hijab perduli agar kamu tidak terjebak dengan hanya motif lucu ataupun harga yang murah meriah namun nyatanya tidak nyaman ketika dikenakan, cepat gerah, panas keringat, bahan yang mudah kusam atau kusut, hal ini tentunya sangat menjengkelkan. Jadiii, langsung saja kita cek satu persatu bahan hijab berikut ini 🙂
1. Katun (Cotton)
Bahan katun memiliki kelebihan menyerap keringat dengan baik, adem, lembut serta harga yang relatif murah. Kekurangannya, bahan katun seringkali terlalu tipis (lemas) ataupun terlau tebal (kaku) tergantung jenis katunnya sehingga seringkali sulit dibentuk serta lebih cepat kusut. Jenis bahan katun beragam yaitu katun biasa, katun rayon, katun bangkok katun silk sutera, katun cina, katun jepang, katun paris, katun ima, katun supernova, katun wolfis, katun twill, katun korea, katun toyobo, katun balotelli, katun zegna, katun silk/zada/insia dan katun minyak. Bahan katun terbaik yang dikenal masyarakat saat ini adalah katun jepang, toyobo dan balotelli karena bahannya yang halus, adem nyaman dikenakan dan warna yang lebih tahan lama dibanding jenis katun lainnya.

2. Sifon (Chiffon)
Bahan sifon terbuat dari bahan dasar kapas sutra dan serat sintetis, bahan ini bersifat ringan dan jatuh dengan bagus (flowy) sehingga ketika digunakan akan mengikuti bentuk tubuh atau tidak mengembang. Bahan sifon biasanya memiliki serat yang kuat dan harga yang terjangkau. Bahan siffon umum ditemui dengan beragam motif cantik maupun polos dengan warna-warna yang sangat beragam. Bahan sifon terlihat elegan sehingga cocok digunakan untuk acara semi-formal maupun formal. Kekurangannya bahan ini cenderung terlalu tipis untuk digunakan sebagai hijab sehingga tembus pandang, pemakainya seringkali memadukannya dengan dalaman ninja yang menutupi kepala sampai sebatas dada ataupun dilipat dua juga dibarengi dengan penggunaan bahan lain agar lebih tebal dan tidak menerawang. Selain itu penggunaan bahan sifon sebagai hijab kurang nyaman karena bahannya panas tidak dapat menyerap keringat. Jenis-jenis bahan sifon antara lain sifon polos, sifon cerutti, silk chiffon, poly chiffon, blend chiffon, dan chiffon crepe.

3. Hycon
Bahan hycon sekilas menyerupai bahan sifon namun bahan ini biasanya lebih lembut dan sedikit lebih tebal. Terdapat juga hijab dengan bahan double hycon yang lebih tebal sehingga tidak menerawang namun tetap lembut. Sayangnya bahan hycon agak kaku dan agak panas ketika dikenakan sehingga harganya terjangkau.

4. Polyester
Bahan polyster tidak memerlukan perawatan khusus dan tidak mudah kusut. Kekurangannya bahan ini tidak baik dalam menyerap keringat sehingga pengguna tidak nyaman karena panas. Selain itu bahan ini juga kaku sehingga sulit dibentuk dan dikreasikan.

5. Satin
Bahan satin terbuat dari serat sutera ataupun serat buatan dengan teknik serat filamen yang sangat baik sehingga jalinannya sangat minim yang membuat bahan ini memiliki ciri khas permukaan bahan yang mengkilap agak licin di salah satu sisinya. Bahan satin sekilas mirip dengan sutera namun serat yang digunakan keduanya berbeda, selain itu bahan sutera lebih halus dan ringan. Jenis bahan satin beragam mulai dari yang kaku dan murah sampai dengan bahan yang lembut dan lebih mahal seperti satin silk velvet. Satin silk velvet adalah bahan yang agak glossy, halus, lemas, lembut, adem, terkesan mewah, feminim, elegan,  dan mudah dibentuk sehingga nyaman digunakan. Karena merupakan bahan yang bagus maka satin jenis ini relatif lebih mahal. Selain itu juga ada satin silk Roberto Cavali, beda dengan satin silk velvet adalah bahan ini lebih tebal dan doff, selain itu bahan ini halus dan harganya lebih mahal daripada bahan satin silk velvet.

6. Crepe
Bahan crepe memiliki tekstur unik yakni lentur (stretch), tidak kaku sehingga mudah dibentuk serta berstektur kulit jeruk/pasir namun halus. Jenis serat yang digunakan dalam membuat bahan crepe biasanya adalah sutera (silk), sutera buatan, wol, polyester maupun katun.
Jenis bahan crepe yakni:
a. Bubble crepe
Bubble crepe dibuat dari serat polyester atau campuran dan sedikit serat spandex agar menjadi sedikit lentur (stretch). Bahan ini memiliki tekstur kulit jeruk atau seperti gelembung-gelembung kecil namun halus.
b. Crepe de Chine
Bahan crepe ini biasanya dibuat dari sutera sehingga berstektur kulit jeruk namun lebih kecil dari bubble crepe sehingga terlihat lebih halus dengan warna yang tidak berkilau (matte), sayangnya bahan ini dikenal tidak tahan lama apalagi jika terkena matahari langsung.
c. Crepe Georgette
Ciri bahan crepe ini mirip dengan lainnya namun lebih tipis atau transparan sehingga terlihat seperti siffon. Bahan ini biasanya dibuat dari sutera asli atau buatan yang sangat lentur dan elastis. Nama Georgette pada bahan ini diambil dari dressmaker asal Prancis yakni Georgette de la Plant.
d. Crepe Marocain
Bahan crepe ini berstektur berat dan bergaris tegas yang terbuat dari sutera, rayon ataupun wol dengan hasil bahan bergelombang ban bertekstur garis.
e. Woll crepe
Bahan crepe ini dibuat dari serat wol hewan domba, kambing cashmier, kambing angora ataupun kelinci angora. Bahan ini cocok digunakan untuk iklim dingin sehingga kurang tepat untuk digunakan di Indonesia atau negara beriklm tropis lainnya.
f. Diamond crepe/diamond italiano
Bahan crepe ini memiliki tekstur yang terlihat kasar namun sebetulnya lembut dengan hasil pemakaian yang jatuh (flowy). Bahan crepe diamond italiano termasuk lebih tebal dari sejenisnya sehingga tidak menerawang dan teksturnya yang lebih kecil daripada bubble crepe. Bahan ini tidak licin dan adem sehingga nyaman digunakan sehari-hari serta gampang dibentuk atau dikreasikan.

Nah! Bagaimana cantik, apa sudah menemukan bahan hijab yang sesuai dengan keinginan kamu? Tentunya yang nyaman dan sesuai syariat ya. Semoga tulisan diatas bermanfaat.
Wassalamu’alaikum 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *